Hari Ibu Indonesia 5 Tahun yang akan Datang

 

Hari Ibu adalah hari peringatan atau merayakan peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak dan lingkungan sosialnya.

Peringatan dan perayaan umumnya dilakukan dari ibu tugas domestik yang dianggap setiap hari sebagai kewajiban mereka, seperti memasak, perawatan anak dan kasus-kasus rumah tangga lainnya.

Di Indonesia, Hari Ibu dirayakan pada 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.

Hari Ibu dirayakan secara besar-besaran oleh masyarakat Indonesia. Orang-orang merayakan Hari Ibu dan menyoroti pentingnya Hari Ibu. Di Indonesia, Hari Ibu dirayakan dengan sangat luas. Di sini, kami telah memberikan detail mengenai tanggal, hari di mana Hari Ibu jatuh di tahun 2021. Seperti festival dan acara lainnya, Hari Ibu memiliki kepentingannya sendiri. Di Indonesia, masyarakat merayakan Hari Ibu dan juga berusaha untuk merinci alasan atau logika di balik perayaan Hari Ibu tersebut sehingga orang yang tidak sadar akan pentingnya Hari Ibu dapat mengetahui tentang pentingnya Hari Ibu. Halaman ini telah membahas kapan Hari Ibu akan dirayakan di Indonesia.

Hari Ibu di Indonesia dirayakan secara nasional pada 22 Desember. Tanggal ini diresmikan oleh Presiden Soekarno berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia. 316 tahun 1959 pada 16 Desember 1959, pada kesempatan peringatan 25 tahun Kongres Perempuan Indonesia 1928. Tanggal itu dipilih untuk merayakan Roh Perempuan Indonesia dan untuk meningkatkan kesadaran bangsa dan negara. Sekarang, makna hari ibu telah banyak berubah, di mana dia sekarang diperingati dengan mengekspresikan cinta untuk ibu. Orang-orang bertukar hadiah dan mengatur berbagai acara dan kompetisi, seperti kompetisi memasak dan pelabuhan Kebaya. [4]

Hari Ibu di Indonesia dirayakan pada hari peringatan hari pembukaan Kongres Perempuan Indonesia pertama, yang diadakan dari 22 hingga 25 Desember 1928. [5] [6] Kongres diadakan di sebuah bangunan yang disebut Dalem Jayadipuran [7], yang sekarang merupakan kantor pusat pelestarian bersejarah dan nilai tradisional pada Jl. Brigadir Jenderal Katamso, Yogyakarta. Sekitar 30 organisasi perempuan dari 12 kota Jawa dan Sumatra menghadiri Kongres. Di Indonesia, organisasi perempuan berusia sekitar tahun 1912, terinspirasi oleh para pahlawan wanita Indonesia pada abad ke-19 seperti Kartini, Martha Christina Tiahahu, Coupe Nyak Mouria, Maria Wallanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, kata Rasuna, dan begitu. Setelah itu. [5] Kongres dimaksudkan untuk meningkatkan hak-hak perempuan di bidang pendidikan dan pernikahan. [8]



Indonesia juga merayakan Hari Kartini pada 21 April untuk memperingati para aktivis Radennes Ajeng Kartini. Ini adalah perayaan emansipasi wanita. [6] Tanggal peringatan ini diresmikan di Kongres Perempuan Indonesia pada tahun 1938. [8] Pada saat Presiden Soekarno mendirikan Kartini sebagai pahlawan nasional emansipasi perempuan Kartini dan peringatan sebagai memperingati hari emansipasi perempuan nasional, Tetapi banyak orang Indonesia memprotes berbagai alasan, termasuk Kartini hanya berjuang di Jepara dan Rembang, Kartini lebih proporsional daripada karakter seorang wanita seperti memotong Nyak Dien, dll. Karena Soekarno telah menetapkan hari Kartini, Soekarno berpikir untuk memperingati para pahlawan wanita selain dari Kartini seperti Martha Christina Tiahahu, Coupé Nyak Mouria, Maria Walanda Maramis, Dewi Sartika, Nyai Ahmad Dahlan, kata Rasuna, dll. Akhirnya, Soekarno telah memutuskan untuk memihak ibu-ibu nasional sebagai hari peringatan seorang ibu pahlawan ibu dan semua warga negara Indonesia sepakat.

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
Comment url